Lintas Jurnal TIPIKOR
MAKASSAR – Siapa yang tidak kenal Benteng Fort Rotterdam? Cagar budaya nasional ikonis di Makassar ini kini jadi korban pembangunan yang tidak terkendali lho! Bangunan-bangunan modern yang berdiri di sekitarnya membuat benteng peninggalan Kesultanan Gowa-Tallo sulit dilihat oleh wisatawan.
Ketua Divisi Humas DPP PANI, Syarifuddin, mengaku prihatin dengan kondisi ini:
“Benteng yang jadi warisan budaya kita hampir tidak terlihat karena banyak bangunan baru yang muncul. Padahal kawasan sekitar cagar budaya harusnya dikelola dengan ketat!”
Yang lebih mengejutkan, Pamangku Adat Kesultanan Kerajaan Tallo – Ma’gau Raja Tallo Ke XIX Iparicu Muh. Akbar Amir Sultan Aliyah Daeng Manaba Karaengta Tanete – telah menggugat beberapa perusahaan konvensional yang menggunakan lahan taman benteng!

Alasannya? Perusahaan tersebut mendapatkan izin dan sertifikat lahan dari pemerintah tanpa sepengetahuan pemangku adat yang punya hak sejarah atas kawasan tersebut.
“Kita tidak menentang pembangunan, tapi harus sesuai aturan dan menghargai hak kita sebagai pemangku adat. Pemerintah harus lebih cermat dalam memberikan izin,” tegas Ma’gau Raja Tallo.
Benteng Fort Rotterdam yang dibangun abad ke-17 ini dulunya jadi pusat perdagangan dan pertahanan di Sulsel. Kini, upaya pelestariannya diuji oleh dinamika pembangunan kota.
Pewarta: Team Media












