Gowa, – Lintas Jurnal TIPIKOR
Dari hasil pantauan Lembaga Investigasi Negara (LIN) bersama Team Media. Ditemukan banyak kantor Desa di Kab. Gowa. Kelihatan terbuka, namun tidak ada aparat di dalamnya, dan ada sama sekali tertutup pada saat jam pelayanan hari kerja.
Selain itu, disekian banyak kantor Desa yang dikunjungi. Tidak lagi ada terlihat kantor memasang papan bicara. Sebagai mengimplementasikan dari undang-Undang No 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.
Setelah dilakukan komunikasi dengan masyarakat Desa yang dikunjungi. Ternyata mereka tidak melakukan pemasangan spanduk papan bicara. Karena pemerintah Desa takut di Investigasi oleh LSM dan wartawan. Apa yang dipasang di baliho papan bicara, yang mereka anggaran 1 juta tersebut. Banyak penggelembungan anggaran dan kebohongan yang pemerintah Desa lakukan.
Contoh terkecil spanduk papan bicara yang ukuran 1,5 X 2 Meter. Biaya cetak permeternya 20 ribu sampai 35 ribu rupiah. Dianggarkan 1 juta sampai 1,3 juta. Jika disetiap pemerintah Desa membuat 10 spanduk, sudah sesuai dengan anggaran. Ini ditemukan paling banyak dua sampai tiga spanduk.
Atas hasil monitoring dan Investigasi ini, Korda LIN Sulawesi Syarifuddin Sultan menanggapi. “Ada apa gerangan didesa desa yang kita datangi. Menggunakan uang negara milliaran pertahun, namun Desa terlihat tidak ada perkembangan, ucapnya
Ditabahkan, ” Kami sangat prihatin dengan uang negara yang dikucurkan oleh negara. Dimana azas manfaat buat masyarakat desa, diestimasi hanya sekian persen dan bahkan sama sekali tidak ada.
Lalu apa tidak ada lagi instansi terkait melakukan pengawasan melekat atas penggunaan anggaran dana Desa tersebut. Sehingga LSM dan wartawan yang menemukan pelanggaran tersebut. Hanya dianggap mencari cari kesalahan pemerintah belaka, tegas Korda LIN Sulawesi
Apa gunanya aturan dibuat, jika hanya sebatas panjang dan untuk mengintimidasi rakyat. Sementara buat pemerintah, hanya hiasan dan tidak pernah dilaksanakan. Inilah namanya aturan hukum, tajam kebawah dan tumpul keatas, ucap Syarifuddin Sultan tersenyum mengakhiri
Pewarta: Team Media












