Makassar, – Lintas Jurnal TIPIKOR
Kontraktor pelaksana proyek rehabilitasi ruang pamer museums Dinas Kebudayaan Kota Makassar. Akan melaporkan Pengelola Museum dan Dinas Pariwisata Makassar.
Dimana proyek yang sejak Tahun 2022 dengan anggaran 2 Milliar lebih. Sampai saat ini belum terselesaikan pembayarannya. Kontraktor CV Batangkaluku merasakan kerugian besar atas janji janji dari Dinas Kebudayaan Kota Makassar untuk dibayarkan.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar Andi Patiware, S.STP., M.M., sangat sulit untuk dikonfirmasi langsung. Bahkan meminta staf di kantor Kebudayaan Kota Makassar tersebut. Untuk menjadwalkan pertemuan dengan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar. Namun sampai terbitnya berita ini, tidak juga ada kejelasan dari pihak kantor Dinas Kebudayaan Kota Makassar. Diduga sengaja menghindari wartawan, dengan berbagai alasan.
Korda Lembaga Investigasi Negara (LIN) Sulawesi Syarifuddin Sultan. Yang juga pernah melakukan monitoring dan pengawasan dalam pelaksanaan rehabilitasi ruang pamer museum Makassar mengatakan.
“Ada apa dengan Dinas Kebudayaan Kota Makassar. Dimana sudah sekian tahun lamanya Proyek rehabilitasi ruang pamer museum Makassar tidak terbayarkan. Sementara segala proses pemeriksaan dari inspektorat Makassar. Dianggap sudah selesai dan diduga banyak pemotongan anggaran dalam proyek tersebut, tegas Korda LIN
Menurut pihak CV. Batangkaluku, jika selama Dinas Kebudayaan kota makassar janjikan pembayaran tiap tahunnya. Ini Dinas Pariwisata Makassar meminta untuk dibayarkan pada 2026 tahun depan lagi. Kami melihat tidak ada itikad baik dari Dinas Kebudayaan Kota Makassar untuk menyelesaikan sisa dana kami, ucapnya
Jika betul dia mau bayarkan, maka tidak cukup beberapa bulan sudah ada pencarian.
Apa yang jadi masalah dalam proyek tersebut, sudah terselesaikan. Termasuk pihak kontraktor dan Dinas telah diperiksa oleh inspektorat. Dan yang dianggap kerugian negara telah dilakukan pemotongan dari anggaran proyek.
Sekarang ini, kami tidak mau tahu. Semua yang dianggap terlibat, akan kami seret ke jalur hukum.
Sangat tidak masuk akal, proyek tahun 2022. Sampai sekarang tidak terbayarkan, apa orang Pariwisata kerjanya cuman duduk dan HP. Dan mengabaikan hal yang telah banyak merugikan pihak kami.
Kami tidak ada kompromi lagi, jika tidak dibayarkan tahun ini. Kami akan menyurat untuk menyeret mereka ke meja hijau, ucapnya kesal.
Diduga anggaran milliaran tersebut di endapkan dibank. Ataupun digunakan kepentingan pribadi oknum Dinas Kebudayaan Kota Makassar. Jika tidak, kenapa selama ini tidak terbayarkan. (Berita bersambung)
Pewarta: Team media












